Pakar Internasional Soroti Deforestasi Kalimantan–Papua: Indonesia di Titik Kritis

deforestasi di indonesia

SuaraDuniaNusantara.net — Tragedi banjir bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang merenggut 744 nyawa pada akhir November 2025 kembali menarik perhatian dunia terhadap kerusakan hutan Indonesia. Deforestasi di Kalimantan, Papua, dan Sulawesi kini dianggap memasuki fase kritis dengan dampak lintas batas. BNPB mencatat lebih dari 1,1 juta pengungsi dan infrastruktur rusak parah. Para peneliti internasional menilai pola kerusakan Sumatera—hilangnya hutan, rentannya hulu DAS, dan curah hujan ekstrem—dapat terulang di wilayah lain jika tekanan konsesi ekstraktif tak dikendalikan. Laporan Auriga Nusantara dan Forest Watch Indonesia (FWI) menunjukkan deforestasi nasional meningkat menjadi…

Read More

Zulhas Sampaikan Klarifikasi di Tengah Sorotan Internasional atas Banjir Sumatera

tangkapan layar dari podcast Denny Sumargo

SuaraDuniaNusantara.net — Mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan memberikan klarifikasi atas tudingan bahwa kebijakan lahan era 2009–2014 berkontribusi pada banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Penjelasan itu ia sampaikan dalam podcast CURHAT BANG bersama Denny Sumargo dan dikutip Rabu (3/12/2025). “Kalau saya dikatakan Indonesia rusak karena Zulkifli Hasan, saya tersanjung,” ujarnya. Ia menekankan bahwa isu lingkungan Indonesia tidak bisa dipahami tanpa melihat konteks global. Zulhas menjelaskan bahwa kebijakan pembukaan lahan pada masanya diambil dalam kerangka ketahanan pangan nasional. Indonesia menghadapi beban impor, sementara kebutuhan produksi domestik terus meningkat. Keputusan itu, katanya,…

Read More

UGM: Kerusakan Hutan Sumatera Jadi Pemicu Struktural Banjir Bandang

Tangkapan layar foto tumpukan kayu di Riau, Sumatera. Foto udara penebangan di hutan dataran rendah Riau, Indonesia, dari Mongabay.

SuaraDuniaNusantara.net — Peneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi DAS UGM, Hatma Suryatmojo, menegaskan bahwa banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 berakar dari melemahnya kawasan hulu akibat deforestasi berkepanjangan. Dalam keterangan resminya, Rabu (3/12/2025), ia menyatakan bahwa cuaca ekstrem hanyalah lapisan terakhir dari rentetan proses ekologis yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Hatma menyebut hilangnya tutupan hutan telah menghapus fungsi intersepsi, mengurangi infiltrasi, dan melemahkan kapasitas tanah menahan air. Dengan kondisi seperti itu, curah hujan di atas 300 milimeter per hari yang dipengaruhi Siklon…

Read More

Tokoh Ormas Ingatkan NU–Muhammadiyah Soal WIUP, Soroti Risiko Konflik dan Dampak ke Komunitas Lokal

Foto Ilustrasi areal tambang. (Istimewa)

SuaraDuniaNusantara.net — Desakan agar NU dan Muhammadiyah meninjau kembali penerimaan wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) kembali menguat setelah banjir dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025. Dua tokoh ormas Islam, Din Syamsuddin dan Savic Ali, menilai konsesi tambang yang diberikan pemerintah tidak hanya mengandung risiko tata kelola internal, tetapi juga berdampak pada komunitas lokal yang selama ini menjadi perhatian utama kedua organisasi. Seruan Din Syamsuddin untuk Muhammadiyah Dalam pernyataan Senin (1/12/2025), Din meminta organisasi mengembalikan tawaran WIUP. “Saya sejak awal menyarankan Muhammadiyah tidak terpengaruh…

Read More

Pemerintah Tegaskan Kapasitas Nasional Cukup, Bantuan Sahabat Tetap Dihargai

Aksi Pemerintah di Sumatera

SuaraDuniaNusantara.net — Pemerintah Indonesia memastikan kemampuan nasional masih memadai untuk menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dalam doorstop di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/13), mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan percepatan distribusi logistik dan stabilisasi dukungan anggaran. “Seluruh sumber daya nasional bekerja keras sejak bencana terjadi,” kata Prasetyo. Ia menyebut stok pangan nasional aman, distribusi BBM terjaga, dan bantuan diterjunkan melalui udara untuk wilayah yang aksesnya terputus. Apresiasi untuk Negara Sahabat Prasetyo menegaskan Indonesia menghargai tawaran bantuan internasional, namun penanganan…

Read More

KLHK Panggil Delapan Perusahaan Terkait Banjir Sumut, Telusuri Jejak Kayu Hanyut

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq

SuaraDuniaNusantara.net—Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memanggil delapan perusahaan yang diduga memperparah banjir besar di Sumatera Utara. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan identifikasi perusahaan dilakukan melalui analisis citra satelit yang menyoroti aktivitas di wilayah strategis DAS Batang Toru, yang menghubungkan Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. “Di daerah curam itu ada aktivitas. Saya mencatat ada delapan entitas,” ujar Hanif, Selasa (2/12/2025). Perusahaan itu berasal dari sektor tanaman industri, tambang emas, dan sawit. KLHK Lakukan Diplomasi Data dan Pemanggilan Resmi Deputi Gakkum KLHK melayangkan panggilan kepada delapan perusahaan…

Read More

744 Korban Jiwa di Banjir Sumatera, Laporan Internasional Soroti Skala Kerusakan

kondisi anak sekolah banjir sumatera penyaluran MBG

SuaraDuniaNusantara.net—BNPB mencatat 744 meninggal, 551 hilang, dan lebih dari 2.600 luka-luka akibat banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat per Selasa malam (2/12/2025). Sebanyak 3,3 juta warga terdampak dan 1,1 juta mengungsi. Lead ini merangkum inti dengan napas jurnalisme diplomasi dan koneksi global. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menuturkan akses menuju sejumlah desa masih tertutup lumpur dan jembatan runtuh. “Saya tidak mengira sebesar ini… Bukan berarti kami tidak peduli,” ujarnya saat meninjau Aek Garoga (30/11/2025). Dalam keterangannya Jumat (28/11/2025), ia menjelaskan status bencana nasional belum ditetapkan karena struktur…

Read More

Pakar Lingkungan Respons Pernyataan Prabowo: Sawit Tidak Setara dengan Hutan

ilustrasi kebun sawit

SuaraDuniaNusantara.net — Banjir besar yang melanda Sumatera Bagian Utara pada akhir November 2025 memunculkan kembali kritik terhadap hilangnya hutan alam. Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Musrenbang 30 Desember 2024 mengenai sawit—“Namanya kelapa sawit ya pohon”—mengundang respon keras dari para ahli lingkungan. Wong Ee Lynn, penulis lingkungan untuk National Geographic Indonesia, mengatakan hutan alam memiliki jaringan ekologis yang kompleks dan tidak dapat disamakan dengan perkebunan monokultur. “Perkebunan monokultur harus menggunakan herbisida, insektisida, dan pupuk sintetis dalam jumlah besar,” tulisnya. Ia menegaskan bahwa penggunaan bahan kimia skala besar mempercepat kerusakan tanah dan…

Read More

Anhar Minta Pelaku Perusak Hutan Sumatera Pantas Dijatuhi Hukuman Mati

Anhar Gonggong

SuaraDuniaNusantara.net — Kritik keras disampaikan sejarawan Anhar Gonggong atas kerusakan hutan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang memicu banjir besar. Dalam video di kanal YouTube @anhargonggongofficial yang diunggah dan dikutip Selasa (2/12/2025), ia mendesak penindakan maksimal terhadap pelaku perusakan hutan. Anhar memandang persoalan ini sebagai bagian dari kegagalan tata kelola yang mencoreng posisi Indonesia di jejaring global pengelolaan lingkungan. “Hukuman mati paling pantas untuk pelaku perusakan lingkungan tersebut,” katanya. Ia menegaskan bahwa dampak banjir Sumbagut menggambarkan kerentanan ekologi yang dipengaruhi kegiatan manusia. Menurutnya, kerusakan hutan bukan hanya membahayakan…

Read More

Banjir Sumatera dan Pengakuan BNPB: Seruan Nasional Menguat, Sorotan Dunia Bertambah

Suharyanto Kepala BNPB

SuaraDuniaNusantara.net — Banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi isu yang menggema hingga komunitas internasional. Pengakuan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat meninjau Tapanuli Selatan, Minggu (30/11/2025)—bahwa ia tak mengira skala kerusakan sebesar ini—memunculkan pertanyaan tentang kesiapan mekanisme nasional dalam menghadapi bencana besar, terutama di era perubahan iklim global. Di tingkat domestik, desakan untuk menetapkan status Bencana Nasional terus meningkat. Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, menyebut kondisi tiga provinsi telah memenuhi indikator darurat. “Banyak wilayah belum tersentuh bantuan,” ujarnya, Sabtu (29/11). Situasi ini menambah tekanan…

Read More