SuaraDuniaNusantara.net— Pemerintah mempercepat pemulihan pendidikan bagi ribuan keluarga di daerah yang terdampak banjir dan longsor sejak 25 November. Dalam Raker Komisi X DPR RI, Senin (8/12/2025), Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Rp21,1 miliar telah dialokasikan untuk memastikan 208 ribu siswa dan 19 ribu guru kembali memperoleh layanan belajar.
“Sejak awal bencana, kami langsung bergerak,” ujar Mu’ti, menekankan tiga fokus utama: ruang kelas darurat, perlengkapan belajar, dan dukungan psikososial.
Bantuan untuk Provinsi Terdampak
Sumbar menerima Rp5,7 miliar dan Rp293 juta santunan bagi korban meninggal dan luka berat. Aceh memperoleh Rp560 juta, sedangkan Sumut menerima Rp220 juta. Bantuan logistik juga dikirim untuk mempercepat pemulihan di lapangan.
Pembelajaran darurat wajib dimulai 8 Desember melalui tenda, alih siswa ke sekolah sekitar, penjadwalan adaptif, dan modul kedaruratan. “Hak pendidikan tidak boleh terputus meski dalam situasi bencana,” kata Mu’ti.
Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, memuji langkah tersebut dan menilai sekolah berperan penting sebagai ruang pemulihan sosial. Kebijakan ini juga mencerminkan komitmen diplomasi kemanusiaan Indonesia terhadap warganya di dalam negeri.
Jangka panjang, Kemendikdasmen memperkuat SPAB untuk memastikan ketahanan sistem pendidikan terhadap risiko bencana. (*)
