Kemerdekaan Ramadan dan Diplomasi Sejarah di Ruang Publik

kemerdekaan Ramadan

suaradunianusantara.net – Diskursus kemerdekaan Ramadan yang diangkat Thoriqoh Shiddiqiyyah tidak berhenti di ruang internal jamaah. Narasi 9 Ramadan justru memasuki ruang publik, termasuk forum di Gedung Nusantara V MPR RI, dan memantik percakapan kebangsaan yang lebih luas. Pembahasan tersebut menghadirkan dialog antara komunitas keagamaan dan para pakar sejarah. Fokusnya bukan mengganti 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan nasional. Sebaliknya, percakapan diarahkan pada cara memaknai ulang momentum sejarah dalam perspektif hijriah. Dalam narasi yang dibangun, 17 Agustus 1945 dipahami sebagai kemerdekaan bangsa. Sementara 18 Agustus 1945, saat UUD 1945 disahkan dan presiden…

Read More