Stabilitas Harga Cabai Jadi Ujian Ketahanan Pangan Lebaran 2026

Harga Cabai Lebaran 2026

suaradunianusantara.net – Stabilitas Harga Cabai Lebaran 2026 menjadi perhatian serius pemerintah setelah harga cabai rawit merah melonjak tajam di awal Ramadan. Data Panel Harga Badan Pangan Nasional per 20 Februari 2026 mencatat rata-rata nasional berada di kisaran Rp74.818 hingga Rp78.295 per kilogram. Angka ini lebih dari 30 persen di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp40.000–Rp57.000 per kilogram. Di DKI Jakarta, rata-rata harga bahkan mencapai Rp113.438 per kilogram.

Lonjakan ini terjadi ketika konsumsi rumah tangga meningkat. Ramadan dan Lebaran selalu mendorong permintaan bahan pokok. Dalam konteks tersebut, stabilitas harga menjadi indikator ketahanan pangan nasional.

Tekanan Pasokan di Awal Ramadan

Secara faktual, pasokan cabai ke Pasar Induk Kramat Jati disebut turun hingga 50 persen. Cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi menghambat panen. Proses distribusi dari sentra produksi di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat ikut terdampak.

Di Pasar Jatinegara, harga cabai rawit merah menembus Rp150.000 per kilogram. Sebelumnya berada di kisaran Rp90.000 per kilogram. Kenaikan berlangsung cepat.

Baca Juga :  Kasepuhan Gelar Alam Tegakkan Kedaulatan Pangan Berbasis Komunitas

Cuaca ekstrem dan gangguan hama menyebabkan jumlah panen menurun. Waktu petik juga singkat karena pengaruh hujan,” ujar Guntur, pedagang di PIKJ, Jumat (20/2/2026).

Artinya, gangguan cuaca langsung memengaruhi rantai suplai. Dampaknya terasa hingga tingkat konsumen.

Disparitas Harga Antarwilayah

Data menunjukkan perbedaan signifikan antar daerah. Di beberapa provinsi, harga cabai rawit merah telah melampaui Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, harga di pasar induk sempat berada di Rp100.000–Rp110.000 per kilogram.

Selisih terhadap HAP menjadi sorotan. Di DKI Jakarta, perbedaan hampir dua kali lipat dari batas acuan. Dalam kerangka ketahanan pangan, disparitas ini menunjukkan tekanan distribusi yang belum merata.

Respons Pemerintah Menjelang Lebaran

Mengacu pada situasi terkini, Kementerian Pertanian menggelar aksi guyur pasokan ke PIKJ. Sebanyak 980 kilogram cabai didatangkan dari Magelang, Jawa Tengah, dan dijual Rp55.000 per kilogram. Pemerintah menargetkan harga konsumen maksimal Rp65.000 per kilogram.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan koordinasi dengan asosiasi cabai segera dilakukan. “Kami akan koordinasikan dengan pengusaha-pengusaha cabai, asosiasi cabai agar harganya diturunkan, mudah-mudahan kembali standar menghadapi Lebaran nanti,” ujarnya.

Baca Juga :  Kekeliruan Uwi dan Ubi Berimbas hingga Kebijakan

Langkah intervensi ini berlangsung bersamaan dengan meningkatnya kebutuhan pangan Ramadan. Stabilitas harga cabai menjadi salah satu tolok ukur kesiapan menghadapi Lebaran 2026.

Related posts