suaradunianusantara.net – Stabilitas Harga Cabai Lebaran 2026 menjadi perhatian serius pemerintah setelah harga cabai rawit merah melonjak tajam di awal Ramadan. Data Panel Harga Badan Pangan Nasional per 20 Februari 2026 mencatat rata-rata nasional berada di kisaran Rp74.818 hingga Rp78.295 per kilogram. Angka ini lebih dari 30 persen di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp40.000–Rp57.000 per kilogram. Di DKI Jakarta, rata-rata harga bahkan mencapai Rp113.438 per kilogram. Lonjakan ini terjadi ketika konsumsi rumah tangga meningkat. Ramadan dan Lebaran selalu mendorong permintaan bahan pokok. Dalam konteks tersebut, stabilitas harga menjadi indikator…
Read MoreTag: Ketahanan Pangan
Indonesia Prioritaskan Koperasi Merah Putih Lewat 58 Persen Dana Desa
suaradunianusantara.net – Indonesia menempatkan Koperasi Merah Putih sebagai poros baru ekonomi desa melalui alokasi 58,03 persen Dana Desa 2026. Dari total pagu Rp 60,57 triliun, sebesar Rp 34,57 triliun diarahkan untuk implementasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP). Kebijakan ini tertuang dalam PMK Nomor 7 Tahun 2026 yang berlaku sejak 12/2/2026. Ketentuan tersebut ditegaskan dalam Pasal 15 Ayat (3), “Penyesuaian alokasi sebagai akibat dari kebijakan Pemerintah dalam rangka mendukung implementasi KDMP dihitung sebesar 58,03 persen dari pagu Dana Desa setiap Desa atau sebesar Rp 34.570.000.000.000.” Secara nasional, langkah ini…
Read MoreHilirisasi Ayam Danantara Perkuat Diplomasi Pangan dan Ketahanan Protein Indonesia
suaradunianusantara.net – Langkah Indonesia mempercepat hilirisasi ayam terintegrasi melalui investasi Rp20 triliun yang digagas Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bukan sekadar proyek domestik. Di balik pembangunan ekosistem perunggasan modern tersebut, tersimpan strategi lebih besar untuk memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi pangan global sekaligus membangun fondasi ketahanan protein nasional sebagai bagian dari agenda geopolitik pangan masa depan. Ketahanan Protein sebagai Pilar Diplomasi Pangan Dalam lanskap global yang menghadapi tantangan krisis pangan, perubahan iklim, dan gangguan rantai pasok, negara dengan kapasitas produksi protein yang stabil memiliki posisi strategis dalam hubungan internasional. Hilirisasi…
Read MoreBeras Analog Uwi Perluas Pilihan Pangan Diaspora
SuaraDuniaNusantara.net – Pengembangan beras analog berbahan uwi memperluas pilihan pangan non-padi tidak hanya bagi masyarakat di dalam negeri, tetapi juga bagi komunitas diaspora Indonesia yang mencari alternatif pangan berbasis bahan lokal. Beras analog adalah produk pangan tiruan non-padi yang dibuat menyerupai nasi dari segi bentuk dan tekstur. Uwi dipilih sebagai bahan baku utama karena kandungan patinya memungkinkan pengolahan menjadi nasi melalui teknologi ekstrusi. Produk ini dirancang agar dapat dikonsumsi layaknya nasi, sehingga mudah diterima oleh konsumen lintas wilayah dengan kebiasaan makan yang serupa. Riset dan Standar Mutu Penelitian Aziza Nur…
Read MoreUwi Ungu Bukan Ubi Ungu, Jejak Pangan Lokal dalam Arus Global
SuaraDuniaNusantara.net—Di tengah arus globalisasi pangan, penyamaan uwi ungu dan ubi ungu masih sering terjadi. Kesalahan ini berangkat dari kemiripan warna, namun mengabaikan fakta bahwa keduanya memiliki sejarah dan peran berbeda dalam lanskap pangan Nusantara. Uwi ungu merupakan Dioscorea alata, tanaman rambat berumbi tunggal besar dengan masa panen panjang. Ubi ungu adalah Ipomoea batatas, tanaman menjalar yang cepat panen dan produktif. Perbedaan ini mencerminkan adaptasi ekologis yang tidak sama. Sejarah menunjukkan uwi sebagai bagian dari pangan lokal Nusantara sejak lama. Umbi ini tumbuh dalam sistem ladang dan hutan, berfungsi sebagai cadangan…
Read MoreArkeologi Pangan Menunjukkan Uwi Lebih Dulu dari Padi
SuaraDuniaNusantara.net—Kajian arkeologi menunjukkan bahwa uwi telah dibudidayakan sejak masa prasejarah di Nusantara, mendahului padi sawah yang kemudian menjadi simbol pertanian menetap. Arkeolog Australia Peter Bellwood mencatat bahwa pada periode neolitik, sekitar 4.500–2.500 tahun lalu, komunitas kepulauan Indonesia telah menanam uwi bersama sagu dan pisang. Pada fase ini, sistem sawah belum menjadi infrastruktur produksi pangan. Pilihan pada umbi mencerminkan strategi adaptasi komunitas awal yang bergerak di antara hutan dan permukiman. Bukti Situs Jawa Analisis butir pati dari Situs Kendenglembu dan Rejosari menunjukkan pemanfaatan uwi bersama berbagai umbi lain. Penelitian Priyatno Hadi…
Read MoreUwi dalam Diplomasi Pangan dan Identitas Jawa
SuaraDuniaNusantara.net — Sebelum beras menguasai sistem pangan nasional, uwi menjadi bagian penting dari ketahanan pangan masyarakat Jawa, sekaligus mencerminkan hubungan manusia dan lingkungan yang seimbang. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pola konsumsi berbasis umbi berkembang jauh sebelum sistem sawah irigasi meluas. Uwi tumbuh di lahan kering tanpa ketergantungan infrastruktur besar, menjadikannya adaptif dan efisien. Pada masa kerajaan agraris, beras memiliki nilai simbolik dan politik. Namun konsumsi beras masih terbatas. Umbi-umbian tetap menopang kebutuhan harian masyarakat luas. Perubahan drastis terjadi pada era penjajahan Belanda. Padi diprioritaskan sebagai komoditas strategis. Umbi-umbian dipinggirkan dari…
Read MoreKetika Uwi Nusantara Menguat di Luar Negeri
SuaraDuniaNusantara.net—Uwi merupakan bagian dari sejarah pangan Nusantara yang kini menemukan rumah baru di berbagai belahan dunia. Berasal dari tanah Jawa, umbi ini justru berkembang sebagai pangan strategis di Afrika dan Asia Timur. Catatan sejarah menunjukkan uwi telah diperdagangkan sejak masa Dinasti Liao hingga Dinasti Ming di China. Selat Malaka menjadi jalur penting distribusi, mempertemukan produsen dan konsumen lintas wilayah Asia. Di Indonesia, transformasi pola konsumsi menuju beras menyebabkan uwi kehilangan peran. Budidaya menurun dan pemanfaatannya semakin terbatas. Praktik Lintas Negara Di Yunnan, China, uwi dipelihara secara berkelanjutan dengan teknik pertanian…
Read MoreKekeliruan Uwi dan Ubi Berimbas hingga Kebijakan
SuaraDuniaNusantara.net—Penyamaan uwi dengan ubi jalar dinilai sebagai kekeliruan lama yang berdampak pada data pangan nasional dan mengaburkan posisi pangan lokal Indonesia di tengah tantangan global. Uwi dan ubi jalar memiliki perbedaan mendasar. Uwi berasal dari genus Dioscorea, sedangkan ubi jalar berasal dari genus Ipomoea. Perbedaan ini berpengaruh pada karakter agronomis serta perannya dalam sistem pangan. Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Dr. Ervizal Amir, menyebut kekeliruan istilah ini sering muncul di ruang publik. “Uwi kerap disederhanakan sebagai ubi, padahal itu tidak tepat secara taksonomi dan sejarah pangan,” ujarnya dalam diskusi…
Read MoreKetahanan Pangan Nasional dan Uwi yang Terlupakan
SuaraDuniaNusantara.net — Ketahanan pangan Indonesia dibangun di atas sistem beras-sentris yang membuat uwi dan pangan lokal tidak memperoleh peran strategis. Sejak kemerdekaan, negara membangun pangan sebagai pilar stabilitas. Beras dipilih sebagai makanan pokok nasional dan simbol kemakmuran. Pilihan tersebut berdampak pada pangan lain. Umbi-umbian seperti uwi (Dioscorea spp.) yang telah lama dikonsumsi masyarakat Nusantara tidak masuk dalam arsitektur kebijakan pangan nasional. Jejak Penjajahan dalam Sistem Pangan Pada masa penjajahan Belanda, beras dijadikan komoditas utama untuk mengatur produksi dan distribusi. Struktur ini diwarisi pascakemerdekaan. Penguatan terjadi pada era Orde Baru melalui…
Read More