Warisan Inlander dan Krisis Ekologi Nusantara

Foto Ilustrasi Inlander

SuaraDuniaNusantara.net — Istilah “inlander” yang dilekatkan penjajah Belanda sejak abad ke-19 membentuk struktur relasi yang meminggirkan penduduk lokal, termasuk dalam akses atas tanah dan hutan. Pola itu kini bergema dalam sengketa ruang hidup masyarakat adat, diaspora lokal, dan komunitas pesisir yang terdampak ekspansi tambang dan deforestasi. Dampak Regional dan Diplomasi Lingkungan Ketua Auriga Nusantara Timer Manurung menegaskan bahwa tekanan industri ekstraktif tidak hanya berdampak nasional, tetapi juga regional. “Kerusakan lingkungannya sangat menghancurkan. Deforestasi meningkat signifikan… sungai tercemar, mangrove ditebang, terumbu karang rusak,” ujarnya. Aktivis lingkungan Rudi Putra memandang isu ini…

Read More