Jejak Diplomasi Spiritual Thoriqoh Shiddiqiyyah: Menghubungkan Jombang dengan Dunia

Pesantren Majma'al Bahrain

suaradunianusantara.net — Thoriqoh Shiddiqiyyah memperkuat posisi Indonesia di kancah global melalui pengembangan jaringan 5 juta jemaah lintas negara berdasarkan silsilah kuno Abu Bakar Ash-Shiddiq yang direvitalisasi kembali di Jombang. Keberhasilan organisasi ini dalam memunculkan kembali identitas yang sempat “tenggelam” selama berabad-abad menunjukkan peran penting diplomasi spiritual dalam mempererat hubungan antara diaspora Indonesia dan komunitas internasional melalui tradisi tasawuf.

Secara historis, bukti otentik dalam Kitab Barzanji menegaskan bahwa Shiddiqiyyah adalah warisan langsung dari Rasulullah saw. melalui metode zikir yang khusus. Meskipun nama ini sempat mengalami metamorfosis menjadi Tayfuriya hingga Naqsabandiyah di berbagai belahan dunia, akar Shiddiqiyyah tetap menjadi fondasi yang kokoh. Upaya untuk memunculkan kembali nama ini pada 1959 menjadi momentum kebangkitan kembali tradisi intelektual dan batin Islam Nusantara.

Mandat Internasional dan Pilar Kebangsaan

Peran Kiai Muchtar Mukti sebagai mursyid sangat sentral dalam membawa nama Shiddiqiyyah kembali ke permukaan. Berdasarkan amanat dari Syekh Ahmad Syu’aib Jamali pada tahun 1959, Syekh Muchammad Muchtarullohil Mujtaba Mu’thi memikul tugas berat untuk menghidupkan kembali nama yang telah memfosil. Salah satu keunikan yang menjadi daya tarik bagi diaspora adalah penekanan pada “8 Kesanggupan” yang secara eksplisit mencantumkan cinta tanah air Indonesia sebagai bagian integral dari iman.

Baca Juga :  Kemerdekaan Ramadan dan Diplomasi Sejarah di Ruang Publik

Sikap ini menjadikan jemaah Shiddiqiyyah sebagai duta bangsa yang membawa pesan perdamaian dan patriotisme di mana pun mereka berada. Bakti kepada orang tua dan sesama manusia, serta penghargaan terhadap waktu, menjadi etika universal yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari jemaah. Hal ini memperkuat citra Islam Indonesia yang moderat, berbudaya, dan menghormati akar sejarah di mata dunia internasional.

Kredibilitas Sanad dan Perluasan Jangkauan

Wakil Ketua YPS Pusat, Al-Halats Muhidin, menyatakan pada Februari 2026 bahwa silsilah yang muttasil merupakan jaminan bagi keaslian transmisi ilmu batin di tarekat ini.

“Transmisi ilmu kami bersifat sambung-menyambung, yang merupakan barometer utama bagi kredibilitas spiritualitas kami di mata umat Islam dunia. Kami menjaga orisinalitas ini sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang Islam,” tegas Muhidin dalam sebuah forum pertemuan diaspora.

Kini, dengan basis operasional di Losari, Jombang, Thoriqoh Shiddiqiyyah terus memperluas jangkauannya ke mancanegara. Keberadaan 5 juta jemaah yang tersebar luas membuktikan bahwa spiritualitas asli Nusantara memiliki daya pikat yang universal. Shiddiqiyyah tidak hanya menjadi jembatan spiritual bagi para pencari kebenaran, tetapi juga menjadi sarana diplomasi kebudayaan yang efektif bagi Indonesia di panggung dunia. *

Baca Juga :  Diplomasi Kemanusiaan: Wajah Sufisme Nusantara yang Mendunia dari Ploso

Related posts