Ramadan di Ndalem Pojok, Penguatan Karakter dan Perdamaian

Ramadan Ndalem Pojok

suaradunianusantara.net – Ramadan di Ndalem Pojok dimaknai sebagai ruang penguatan karakter sekaligus peneguhan spirit perdamaian Nusantara melalui Bimbingan dan Pelatihan Karakter yang diikuti sekitar seratus pelajar di Kabupaten Kediri.

Kegiatan ini digelar Polres Kediri bersama Perkumpulan Instruktur Penguatan Jati Diri Bangsa (PIPJATBANG). Lokasinya berada di Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara serta Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno, Kecamatan Wates.

Dalam konteks tersebut, Ramadan tidak sekadar momentum ibadah. Ia menjadi ruang pembinaan kesadaran kolektif tentang pentingnya hidup berdampingan dalam bingkai kebangsaan.

Ramadan dan Spirit Perdamaian Nusantara

Nuansa spiritual bulan suci membentuk atmosfer yang tenang dan reflektif. Puasa melatih pengendalian diri, sementara pembinaan karakter menanamkan tanggung jawab sosial.

Ketua Harian Situs Soekarno sekaligus Sekjen PIPJATBANG Pusat, R. Kushartono, S.M., menilai pelaksanaan pembinaan di bulan Ramadan memiliki dimensi tersendiri.

Melaksanakan pembinaan karakter di bulan penuh keberkahan tentu memiliki tantangan tersendiri. Namun justru melalui puasa, para peserta dilatih mengendalikan diri, memperkuat mental, dan menumbuhkan kesadaran spiritual,” ujarnya, 24 Februari 2026.

Baca Juga :  744 Korban Jiwa di Banjir Sumatera, Laporan Internasional Soroti Skala Kerusakan

Artinya, pembentukan karakter tidak berdiri sendiri. Ia berkelindan dengan nilai kesabaran, keikhlasan, dan penghormatan terhadap sesama.

Ndalem Pojok sebagai Simbol Kebangsaan

Yang patut dicatat, kegiatan berlangsung di Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno, ruang historis yang sarat makna kebangsaan. Lokasi ini menghadirkan perjumpaan antara sejarah dan generasi muda.

Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, menekankan pentingnya lingkungan dalam membentuk pola pikir dan sikap generasi muda.

Dengan siapa kita berkumpul akan sangat memengaruhi masa depan. Lingkungan yang baik akan membentuk pola pikir, sikap, dan karakter yang baik pula,” tegasnya.

Salah satu peserta, Muhammad Ridho Fajar SW dari SMK Kertanegara Wates, merasakan atmosfer berbeda selama mengikuti kegiatan Ramadan di tempat tersebut.

Awalnya saya kira biasa saja, tetapi ternyata suasananya berbeda. Ada nuansa sakral di rumah Soekarno yang membuat saya merasa lebih menghargai sejarah dan diri sendiri,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut didukung Bakesbangpol, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Kementerian Agama Kabupaten Kediri, serta Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri. Sinergi tersebut memperkuat pelaksanaan pembinaan karakter berbasis Ramadan di Ndalem Pojok dalam kerangka kebangsaan dan perdamaian.

Baca Juga :  BINLAT Kediri Perkuat Diplomasi Nilai dari Daerah

Related posts