Kaleidoskop MBG: Indonesia Tahan Laju Program Gizi Massal

ilustrasi program MBG

SuaraDuniaNusantara.net – Pemerintah Indonesia menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama 1–7 Januari 2026. Keputusan ini diumumkan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi dan penataan ulang program gizi berskala nasional.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa jeda tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapan dapur, distribusi, sumber daya manusia, serta standar keamanan pangan. Pernyataan resmi itu dirilis pada 27 Desember 2025.

BGN menegaskan MBG akan kembali berjalan mulai 8 Januari 2026. Selama masa jeda, layanan gizi bagi kelompok rentan—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—tetap dilaksanakan.

Program MBG diperkenalkan ke publik pada 24 Juni 2024. Dalam rapat dengan DPR, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pemerintah menyiapkan sekitar Rp71 triliun dalam RAPBN 2025 sebagai anggaran awal. Pemerintah saat itu menekankan pendekatan bertahap sesuai kapasitas fiskal.

Pada Agustus 2024, pemerintah membentuk Badan Gizi Nasional melalui Peraturan Presiden. Lembaga ini diberi mandat luas untuk merumuskan kebijakan gizi dan mengawasi distribusi makanan ke seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia 2025 di Tengah Panggung Global

Implementasi MBG dimulai pada 6 Januari 2025. Ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi beroperasi di berbagai daerah. Sepanjang semester pertama 2025, jumlah penerima meningkat pesat dengan penyerapan anggaran besar.

Namun, laporan kasus keracunan makanan pada paruh kedua 2025 memicu kekhawatiran publik. Pemerintah merespons dengan penguatan pengawasan dan evaluasi internal terhadap pelaksanaan program.

Menjelang akhir 2025, pemerintah mencatat realisasi anggaran MBG telah melampaui Rp50 triliun. Penghentian sementara awal 2026 diposisikan sebagai langkah korektif untuk memastikan keberlanjutan dan keamanan program gizi nasional Indonesia.***

Related posts