Uwi dalam Diplomasi Pangan dan Identitas Jawa

Uwi - (Dioscorea alata)

SuaraDuniaNusantara.net — Sebelum beras menguasai sistem pangan nasional, uwi menjadi bagian penting dari ketahanan pangan masyarakat Jawa, sekaligus mencerminkan hubungan manusia dan lingkungan yang seimbang. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pola konsumsi berbasis umbi berkembang jauh sebelum sistem sawah irigasi meluas. Uwi tumbuh di lahan kering tanpa ketergantungan infrastruktur besar, menjadikannya adaptif dan efisien. Pada masa kerajaan agraris, beras memiliki nilai simbolik dan politik. Namun konsumsi beras masih terbatas. Umbi-umbian tetap menopang kebutuhan harian masyarakat luas. Perubahan drastis terjadi pada era penjajahan Belanda. Padi diprioritaskan sebagai komoditas strategis. Umbi-umbian dipinggirkan dari…

Read More

Pemkab Kediri Perkuat Diplomasi Nilai lewat Ndalem Pojok

Ndalem Pojok

SuaraDuniaNusantara.net—Pemerintah Kabupaten Kediri membahas pengembangan Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno sebagai laboratorium pendidikan karakter bangsa dalam rapat koordinasi lintas sektor, Senin (19/1/2026). Langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat diplomasi nilai kebangsaan dari tingkat lokal. Rapat yang digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul tersebut dipimpin Bakesbangpol Kabupaten Kediri dan melibatkan berbagai instansi daerah, unsur pendidikan, keagamaan, serta TNI dan Polri. Ketua Umum Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri, Suhardono, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Bakesbangpol Kabupaten Kediri yang telah menginisiasi rapat koordinasi…

Read More

Ketika Uwi Nusantara Menguat di Luar Negeri

Uwi Ungu

SuaraDuniaNusantara.net—Uwi merupakan bagian dari sejarah pangan Nusantara yang kini menemukan rumah baru di berbagai belahan dunia. Berasal dari tanah Jawa, umbi ini justru berkembang sebagai pangan strategis di Afrika dan Asia Timur. Catatan sejarah menunjukkan uwi telah diperdagangkan sejak masa Dinasti Liao hingga Dinasti Ming di China. Selat Malaka menjadi jalur penting distribusi, mempertemukan produsen dan konsumen lintas wilayah Asia. Di Indonesia, transformasi pola konsumsi menuju beras menyebabkan uwi kehilangan peran. Budidaya menurun dan pemanfaatannya semakin terbatas. Praktik Lintas Negara Di Yunnan, China, uwi dipelihara secara berkelanjutan dengan teknik pertanian…

Read More

Keraton Tanpa Otoritas Tunggal: Mengapa Negara Menitipkan Mandat ke Tedjowulan

Penyerahkan SK penunjukan Pelaksana Perlindungan Keraton Solo di Sasana Handrawina

suaradunianusantara.net – Pasca wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII pada 2/11/2025, Keraton Kasunanan Surakarta memasuki fase tanpa otoritas tunggal yang diakui bersama. Sengketa suksesi membuat kepemimpinan keraton terbelah, sementara kebutuhan pengelolaan cagar budaya tak bisa menunggu. Pada titik ini, penunjukan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjadi jawaban negara atas kekosongan otoritas tersebut. Kekosongan Kepemimpinan dan Risiko Pengelolaan Keraton Secara faktual, konflik antara KGPH Hangabehi dan KGPH Purbaya menciptakan situasi di mana tidak ada satu figur yang memiliki legitimasi penuh untuk mengelola keraton. Di lapangan, kondisi ini berdampak…

Read More

Kekeliruan Uwi dan Ubi Berimbas hingga Kebijakan

Uwi Ungu

SuaraDuniaNusantara.net—Penyamaan uwi dengan ubi jalar dinilai sebagai kekeliruan lama yang berdampak pada data pangan nasional dan mengaburkan posisi pangan lokal Indonesia di tengah tantangan global. Uwi dan ubi jalar memiliki perbedaan mendasar. Uwi berasal dari genus Dioscorea, sedangkan ubi jalar berasal dari genus Ipomoea. Perbedaan ini berpengaruh pada karakter agronomis serta perannya dalam sistem pangan. Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Dr. Ervizal Amir, menyebut kekeliruan istilah ini sering muncul di ruang publik. “Uwi kerap disederhanakan sebagai ubi, padahal itu tidak tepat secara taksonomi dan sejarah pangan,” ujarnya dalam diskusi…

Read More

Shiddiqiyyah dan Diplomasi Nilai Spiritual Nusantara

Kapolri Silaturahmi ke Ponpes Shiddiqiyyah Jombang, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama

SuaraDuniaNusantara.net – Perjalanan Thoriqoh Shiddiqiyyah mencerminkan diplomasi nilai spiritual Nusantara di panggung global. Berakar pada peristiwa Isro’ Mi’roj, ajaran ini berkembang sebagai etika kejujuran yang melintasi batas geografis dan budaya. Nilai shiddiq bermula dari sikap Abu Bakar Ash-Shiddiq yang membenarkan peristiwa Isro’ Mi’roj. Sikap ini menjadi referensi utama pembentukan integritas iman dalam Islam. Dari generasi ke generasi, nilai tersebut diwariskan sebagai jalan spiritual. Pada abad ke-9, Syekh Abu Yazid Al-Busthomi memperluas pengaruh Shiddiqiyyah di Iran dan Irak. Di wilayah ini, ajaran shiddiq menjadi bagian dari tata nilai masyarakat, memperkuat hubungan…

Read More

Ketahanan Pangan Nasional dan Uwi yang Terlupakan

SuaraDuniaNusantara.net — Ketahanan pangan Indonesia dibangun di atas sistem beras-sentris yang membuat uwi dan pangan lokal tidak memperoleh peran strategis. Sejak kemerdekaan, negara membangun pangan sebagai pilar stabilitas. Beras dipilih sebagai makanan pokok nasional dan simbol kemakmuran. Pilihan tersebut berdampak pada pangan lain. Umbi-umbian seperti uwi (Dioscorea spp.) yang telah lama dikonsumsi masyarakat Nusantara tidak masuk dalam arsitektur kebijakan pangan nasional. Jejak Penjajahan dalam Sistem Pangan Pada masa penjajahan Belanda, beras dijadikan komoditas utama untuk mengatur produksi dan distribusi. Struktur ini diwarisi pascakemerdekaan. Penguatan terjadi pada era Orde Baru melalui…

Read More

BINLAT Kediri Uji Pendidikan Karakter Berbasis Sejarah dan Rasa

Rangkaian kegiatan BINLAT. (Istimewa)

SuaraDuniaNusantara.net—Program BINLAT Karakter Jati Diri Bangsa di Kediri menguji pendekatan pendidikan karakter berbasis metode rasa yang dipadukan dengan neuro-pedagogi dan pembelajaran berbasis pengalaman, dengan memanfaatkan situs sejarah sebagai ruang belajar kontekstual. Pelatihan ini dilaksanakan di Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok Kediri oleh Yayasan Persada Soekarno. Ketua Harian yayasan tersebut, Kushartono, menyebut BINLAT dirancang untuk memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan yang menyentuh kesadaran batin peserta. “Nilai kebangsaan perlu dirasakan, bukan sekadar dipahami. Dari rasa itulah lahir kesadaran dan komitmen,” ujar Kushartono di Kediri, Sabtu (11/1/2026). Rasa dan Kesadaran Kebangsaan Metode rasa…

Read More

Survei Ipsos: Indonesia Negara Paling Optimistis Dunia pada 2026

indonesia optimis 2026

SuaraDuniaNusantara.net – Indonesia dinobatkan sebagai negara paling optimistis di dunia pada 2026 berdasarkan survei global yang dirilis Ipsos. Tingkat optimisme masyarakat Indonesia mencapai 90 persen, tertinggi di antara seluruh negara yang disurvei. Angka tersebut melampaui rata-rata global yang berada di level 71 persen. Indonesia mengungguli negara-negara Amerika Latin dan Asia yang juga menunjukkan optimisme kuat. Survei dilakukan secara daring pada 24 Oktober hingga 7 November 2025 dengan melibatkan 23.642 responden dewasa dari berbagai negara. Ipsos menerapkan perbedaan rentang usia responden, termasuk 21–74 tahun di Indonesia dan Singapura. Secara global, persepsi…

Read More

Arus Wisata Nataru Perkuat Daya Tarik Jawa Timur

Dino Park Jawa Timur Park 3 Kec. Junrejo

SuaraDuniaNusantara.net — Jawa Timur mencatat sekitar 6,2 juta kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026, menurut data sementara hingga 30 Desember 2025. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, mengatakan angka tersebut mencerminkan tingginya pergerakan wisata domestik serta mulai pulihnya arus wisatawan mancanegara. “Totalnya sekitar 6,2 juta wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, berlibur ke Jawa Timur selama momen Nataru,” kata Evy, Kamis (1/1/2026). Wisatawan nusantara mendominasi dengan 6.211.426 perjalanan domestik. Sementara wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 12.730 orang selama periode libur akhir tahun. Sinyal Pemulihan…

Read More