suaradunianusantara.net – Di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda Purbalingga, muncul anggapan bahwa aktivitas pertambangan menjadi pemicu utama. Dalam sudut pandang ini, persoalan difokuskan pada pelurusan informasi publik: sejauh mana fakta lapangan membenarkan tudingan tersebut, dan bagaimana posisi pemerintah dalam memastikan kepatuhan terhadap aturan. Posisi Lokasi Tambang terhadap Titik Longsor Secara faktual, Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menegaskan bahwa tidak ada aktivitas pertambangan yang berada di tubuh Gunung Slamet. Menurutnya, lokasi tambang berada di bagian kaki gunung dengan elevasi ratusan meter lebih rendah dari area longsoran. Artinya,…
Read MoreUji Profesionalisme Kapolres Sleman: Kasus Hogi Minaya dan Kritik DPR soal Penerapan KUHP
suaradunianusantara.net – Kasus Hogi Minaya tidak lagi sekadar perkara pidana, melainkan berubah menjadi ujian profesionalisme Kapolres Sleman. Dalam pandangan DPR RI, penanganan kasus ini menunjukkan persoalan mendasar: ketidakcermatan membaca konteks hukum dan kegagalan memahami semangat KUHP baru. Intinya, fokus kritik bukan semata pada peristiwa hukum, melainkan pada kualitas pengambilan keputusan aparat di level pimpinan. DPR Menilai Kapolres Sleman Gagal Membaca Konteks Hukum Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR RI, Kapolres Sleman Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo menjadi sasaran kritik tajam. Yang jadi sorotan, penetapan Hogi sebagai tersangka dinilai…
Read MoreUwi Ungu Bukan Ubi Ungu, Jejak Pangan Lokal dalam Arus Global
SuaraDuniaNusantara.net—Di tengah arus globalisasi pangan, penyamaan uwi ungu dan ubi ungu masih sering terjadi. Kesalahan ini berangkat dari kemiripan warna, namun mengabaikan fakta bahwa keduanya memiliki sejarah dan peran berbeda dalam lanskap pangan Nusantara. Uwi ungu merupakan Dioscorea alata, tanaman rambat berumbi tunggal besar dengan masa panen panjang. Ubi ungu adalah Ipomoea batatas, tanaman menjalar yang cepat panen dan produktif. Perbedaan ini mencerminkan adaptasi ekologis yang tidak sama. Sejarah menunjukkan uwi sebagai bagian dari pangan lokal Nusantara sejak lama. Umbi ini tumbuh dalam sistem ladang dan hutan, berfungsi sebagai cadangan…
Read MoreKurikulum Indonesia dalam Lintasan Kuasa Global
SuaraDuniaNusantara.net—Sejarah pendidikan Indonesia menunjukkan bahwa kurikulum tidak pernah sepenuhnya netral. Sejak masa penjajahan hingga era globalisasi, kurikulum selalu disusun dalam konteks kepentingan kekuasaan yang memengaruhi arah pembentukan generasi. Pada masa penjajahan Belanda, pendidikan difungsikan sebagai alat administratif kolonial. Sekolah bagi pribumi dibatasi akses dan isinya. Sejarawan H.A.R. Tilaar dalam Kekuasaan dan Pendidikan (2009) menyebut pendidikan kolonial menjaga struktur sosial demi stabilitas penjajah. Dokumen Kemendikbud RI tahun 2017 menguatkan temuan tersebut. Pendudukan Jepang memperluas akses pendidikan, tetapi mengarahkan kurikulum pada mobilisasi perang. Kajian Gudang Jurnal Multidisiplin Indonesia mencatat fokus pada disiplin…
Read MoreArkeologi Pangan Menunjukkan Uwi Lebih Dulu dari Padi
SuaraDuniaNusantara.net—Kajian arkeologi menunjukkan bahwa uwi telah dibudidayakan sejak masa prasejarah di Nusantara, mendahului padi sawah yang kemudian menjadi simbol pertanian menetap. Arkeolog Australia Peter Bellwood mencatat bahwa pada periode neolitik, sekitar 4.500–2.500 tahun lalu, komunitas kepulauan Indonesia telah menanam uwi bersama sagu dan pisang. Pada fase ini, sistem sawah belum menjadi infrastruktur produksi pangan. Pilihan pada umbi mencerminkan strategi adaptasi komunitas awal yang bergerak di antara hutan dan permukiman. Bukti Situs Jawa Analisis butir pati dari Situs Kendenglembu dan Rejosari menunjukkan pemanfaatan uwi bersama berbagai umbi lain. Penelitian Priyatno Hadi…
Read MorePendidikan, Ideologi Global, dan Identitas Bangsa
SuaraDuniaNusantara.net — Ideologi asing dalam pendidikan modern bekerja melalui mekanisme yang halus. Ia hadir dalam bentuk standar pengetahuan dan cara berpikir yang diterima sebagai ukuran rasionalitas dan kemajuan. Sekolah menjadi medium utama dalam proses ini. Pendidikan berlangsung sejak usia dini, berulang setiap hari, dan diterima sebagai rutinitas tanpa paksaan. Dalam teori hegemoni, pemikir Italia Antonio Gramsci menegaskan bahwa dominasi paling efektif terjadi ketika nilai luar diterima sebagai akal sehat bersama. Analisis ini diperkuat oleh Louis Althusser, yang menyebut sekolah sebagai aparatus ideologis negara. Pendidikan membentuk kesadaran warga sebelum mereka memasuki…
Read MoreBINLAT Kediri Perkuat Diplomasi Nilai dari Daerah
SuaraDuniaNusantara.net—Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri bersama Pemerintah Kabupaten Kediri meresmikan Pilot Project Pembinaan dan Pelatihan (BINLAT) serta Laboratorium Karakter Jati Diri Bangsa sebagai upaya memperkuat nilai kebangsaan dari tingkat lokal. Program ini dijadwalkan dibuka pada Minggu, 25 Januari 2026. BINLAT dikaitkan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, terutama pada agenda pembangunan manusia berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. BINLAT dirancang menyasar generasi muda lintas jenjang pendidikan serta masyarakat umum. Pendekatan ini diharapkan memperkuat konsensus nilai kebangsaan di tengah dinamika global. Ketua Umum Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri,…
Read MoreIdeologi Global dan Pendidikan Indonesia dalam Sorotan Dunia
SuaraDuniaNusantara.net—Sejarah pendidikan Indonesia memperlihatkan sekolah menjadi salah satu jalur utama masuknya ideologi asing, seiring interaksi Indonesia dengan dinamika global. Sekolah kerap dipahami sebagai ruang belajar teknis. Namun dalam kajian pendidikan kritis, pendidikan diposisikan sebagai arena relasi kekuasaan. Henry A. Giroux menegaskan pendidikan tidak pernah netral dan selalu memuat kepentingan nilai tertentu. Akar Sejarah Pada masa penjajahan Belanda, pendidikan diarahkan untuk melayani kepentingan kolonial. Kurikulum berorientasi Eropa menanamkan cara pandang Barat sebagai ukuran kemajuan. Sejarawan pendidikan Prof. Dr. Agus Suwignyo dari Universitas Gadjah Mada menjelaskan sekolah era penjajahan berfungsi sebagai alat…
Read MoreUwi dalam Diplomasi Pangan dan Identitas Jawa
SuaraDuniaNusantara.net — Sebelum beras menguasai sistem pangan nasional, uwi menjadi bagian penting dari ketahanan pangan masyarakat Jawa, sekaligus mencerminkan hubungan manusia dan lingkungan yang seimbang. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pola konsumsi berbasis umbi berkembang jauh sebelum sistem sawah irigasi meluas. Uwi tumbuh di lahan kering tanpa ketergantungan infrastruktur besar, menjadikannya adaptif dan efisien. Pada masa kerajaan agraris, beras memiliki nilai simbolik dan politik. Namun konsumsi beras masih terbatas. Umbi-umbian tetap menopang kebutuhan harian masyarakat luas. Perubahan drastis terjadi pada era penjajahan Belanda. Padi diprioritaskan sebagai komoditas strategis. Umbi-umbian dipinggirkan dari…
Read MoreIzin 28 Perusahaan Dicabut: Negara Tagih Rp 4,8 Triliun
SuaraDuniaNusantara.net – Presiden Prabowo Subianto resmi mencabut izin 28 perusahaan yang beroperasi di wilayah Aceh hingga Sumatera Barat akibat pelanggaran berat pemanfaatan hutan pada Senin (19/1/2026). Langkah drastis ini merupakan respon cepat pemerintah setelah audit investigasi mengungkap kerusakan lingkungan parah sebagai pemicu utama bencana banjir bandang. Ketegasan Pemerintah Lindungi Hak Rakyat Negara memandang bahwa pencabutan izin 28 perusahaan merupakan langkah awal yang krusial bagi penegakan keadilan ekologis. Bencana alam yang silih berganti menghantam wilayah Sumatera bukan sekadar fenomena cuaca atau faktor alamiah belaka. Rakyat kecil seringkali menjadi pihak yang paling…
Read More



